Cita-Cinta

**Cita-Cinta**
.
Anda hendak bertanya, "Dengan apa si A bertahan hidup?"
.
"Dengan logika dan cita-cita (yang logis)" jawabannya.
.
Tapi ada perbedaan antara burung yang terbang dengan sayapnya dan manusia yang mengudara dengan logika dan cita-citanya.
Burung terbang untuk pindah dari tempat satu menuju arah lainnnya. Sedangkan manusia 'terbang' untuk meninggalkan berbagai arah dan dimensi, menuju dunia dengan bentuk murni, tanpa materi.
____________________
.
Barangkali Anda akan berkata, "Penjelasan di atas bisa dipahami dan diterima, tapi bagaimana tentang sahabat yang pergi? Ia meninggalkan arah, tapi perihnya menembus bentuk murni? Disebut apakah itu?"
.
"Itulah kehilangan. Sesuatu yang fitrah, karena kita memang anak-anak rindu, yang dilahirkan hujan dan didewasakan oleh kemarau panjang. Jadi, tidak ada yang disebut 'meninggalkan' jika sama2 telah berbagi kebaikan. Demikian pula tidak bisa bisa disebut 'bersama,' apabila yang ada hanya menyakiti tanpa kesudahan."
.
"Lantas, apa yang kita dapati dari sebuah kehilangan?"
.
"Ah, begini. Dengan kehilangan, paling tidak kita tahu bahwa kita pernah memiliki sesuatu."
.
.
.
.
#SelamatDatangDiMasaDepan
😁

Komentar